Habibie & Ainun, Kisah Cinta Paling Romantis

“Sampaikan salam kami kepada Eyang Ainun”, pesan manis ini ramai-ramai ditulis oleh masyarakat Indonesia melalui akun media sosial untuk BJ Habibie yang berpulang pada 11 September 2019 lalu. Kali ini TunaiKita ingin mengenang perjalanan manis dari kisah cinta Habibie dan Ainun.

Indonesia kembali kehilangan satu putra bangsa, Bapak Teknologi kita Bacharuddin Jusuf Habibie.  BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05 WIB. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada usia 83 tahun. Kabar duka ini tidak hanya ramai dibicarakan di media lokal, sejumlah media asing di Asia, Australia, Eropa hingga Amerika, turut memberitakan kepergian Ilmuwan jenius ini.

Bukan hanya ramai mengucapkan terima kasih atas prestasi, jasa, dan warisan-warisan lain yang beliau tinggalkan, masyarakat Indonesia juga turut mengirimkan ucapan dan pesan-pesan manis untuk sang Istri, Ainun Habibie. Hubungan percintaan Habibie dan Ainun ini memang dikenal sebagai kisah cinta paling romantis. 

Baca juga: Mengenal Sosok BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsa

Kisah Cinta Paling Romantis

  • Berkenalan saat masih remaja

Seperti layaknya remaja lainnya, ternyata Habibie dan Ainun juga pernah mengalami fase dijodoh-jodohkan oleh teman sekelas. Habibie dan Ainun pertama kali berkenalan saat masih menginjak usia 12 tahun dan masih duduk di bangku SMP. Pada saat itu, Habibie masih belum memiliki ketertarikan kepada sang pujaan hati.

  • Kembali bertemu saat pulang ke Indonesia

Setelah menyelesaikan SMA, Habibie melanjutkan pendidikannya ke Universitas Indonesia Bandung, yang saat ini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung. Pada tahun 1955, beliau melanjutkan kembali pendidikannya di RWTH Aachen University.

Pertemuan Habibie dan Ainun kembali terjadi ketika Habibie pulang ke Indonesia. Habibie yang pada saat itu datang ke rumah Ainun, begitu terkejut melihat penampilan Ainun yang jauh berbeda. Seperti kutipan dialog dari film Habibie & Ainun, “Gula jawa sudah berubah menjadi gula pasir”.

Baca juga: Atlet Indonesia Ini Berhasil Harumkan Nama Bangsa Hingga Tingkat Internasional

  • Percaya diri meski Ainun dikenal populer

Dengan paras cantik dan kepribadiannya yang mengagumkan, membuat Ainun dikenal dan disukai oleh para kaum adam. Tidak sedikit jumlah laki-laki yang ingin mempersunting Ainun pada saat itu dengan background pendidikan dan pekerjaan yang beragam. Akan tetapi, Habibie tetap yakin dan percaya diri bahwa, “Ainun diciptakan dan dilahirkan untuk saya, dan saya untuk Ainun”.

  • Menikah pada tahun 1962

Sosok Rudy Habibie yang cerdas, tulus, dan serius akan perasaan yang dimilikinya untuk Ainun, berhasil membuat mereka melanjutkan kisah cinta mereka ke jenjang pernikahan. Pada 12 Mei 1962, Habibie dan Ainun resmi menjadi pasangan suami istri. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai 2 putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal. 

  • Pindah ke Jerman

Setelah menikah, pasangan Habibie dan Ainun memutuskan untuk pindah ke Jerman dikarenakan Habibie harus menyelesaikan pendidikannya. Ainun dengan setia menemani sang Bapak Teknologi selama perjalanan hidup dan karirnya. Sosok Ainun menjadi penguat untuk Habibie ketika berjuang di Jerman hingga Habibie menjabat menjadi Presiden ke-3 RI.

  • Kanker ovarium

Kebahagiaan Habibie dan Ainun dirundung duka pada 24 Maret 2010 ketika Ainun didiagnosa mengidap kanker ovarium. Tanpa lelah, Habibie senantiasa mendampingi Ainun selama perawatan intensif di Munchen, Jerman. Akan tetapi, sembilan kali operasi dan empat operasi utama tidak berhasil menyelamatkan Ainun. Hanya dalam hitungan bulan, pada 22 Mei 2010, Ainun meninggal dunia.

  • Bunga sedap malam favorit Ainun

Setelah melewati fase yang berat karena kehilangan istri tercinta, Habibie bangkit kembali dan mulai mengikhlaskan kepergian Ainun. Hari-hari dilewati Habibie dengan banyak aktivitas. Kunjungan ke berbagai kota, menerima tamu di kediaman pribadinya, hingga diundang sebagai pembicara dalam berbagai acara. Satu hal yang hampir tidak pernah beliau lewatkan di tengah-tengah rutinitasnya yaitu, mengunjungi makam sang istri. Bunga sedap malam adalah bunga kesukaan Ainun. Setiap mengunjungi makam sang istri, Habibie selalu membawanya sebagai hadiah kecil untuk Ainun. 

“Apapun terjadi. Maut pun tidak bisa memisahkan Anda. Berarti itu bukan cinta sejati lagi, itu namanya cinta ilahi. Saya yakin Ainun selalu dengan saya. Tiap saat, saya tidak merasa sendiri.” Ungkap beliau saat diliput oleh Fimela Media pada tahun 2016 lalu.

  • Diangkat menjadi film layar lebar

Kisah cinta Habibie dan Ainun semakin menjadi bahan perbincangan ketika Sutradara kondang, Hanung Bramantyo, mengangkatnya ke dalam film layar lebar. Habibie yang diperankan Reza Rahadian, dan Ainun yang diperankan Bunga Citra Lestari ini sukses menyampaikan kisah cinta keduanya dengan akting yang hampir sempurna. Dirilis pada tahun 2012 silam, Habibie & Ainun menjadi salah satu film paling laris di Indonesia.

  • Tidak takut mati

“Dulu saya takut mati, tapi sekarang tidak lagi, karena yang menemui saya pertama adalah Ainun.” Begitu kutipan Habibie yang tengah viral di media sosial selepas kabar duka tentang kepergiannya. Cintanya untuk Ainun yang kerap kali dikisahkannya melalui banyak kesempatan, membuktikan bahwa, cinta sejati tidak hanya kita temukan di dalam buku atau lagu, akan tetapi juga di dalam diri seorang Habibie. 

Baca juga: Selamat Hari Bank Indonesia! Sudahkah Kamu Mengenal Seluk Beluk Bank Indonesia? Cari Tahu Yuk!

Selamat Jalan Eyang Habibie

Selamat jalan Habibie. Terima kasih karena telah menjadi inspirasi yang luar biasa hingga seisi negaramu berduka karena kepergianmu. Selamat jalan Presiden kebanggan Indonesia. Sampaikan salam kami kepada Eyang Ainun.