Bisa melaksanakan ibadah haji merupakan dambaan bagi setiap umat muslim di dunia. Membuka rekening tabungan haji jadi salah satu hal yang banyak dipilih orang untuk mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana langkah-langkah membuka tabungan haji. Untuk itu, simak ulasan TimiKimi berikut ini ya. 

Ibadah haji merupakan salah satu rukun islam. Untuk kamu yang berniat menunaikan ibadah haji di tahun 2020 nanti, ada banyak cara untuk merealisasikannya. Seperti yang kita ketahui bahwa menunaikan ibadah haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dikutip dari situs resmi Kemenag, biaya haji 2019 termahal sebesar Rp 39.507.741 per jamaah dari embarkasi Makassar. Sedangkan yang termurah dari embarkasi Aceh, yaitu Rp 31.090.010 per jamaah.

Namun, bukan hanya soal biayanya yang mahal, ibadah haji juga butuh waktu. Artinya, kamu perlu menunggu antrian untuk calon jamaah yang ingin berangkat haji. Jadi, tidak bisa langsung berangkat begitu saja setelah bayar. Sebenarnya bisa saja kamu berangkat naik haji lebih cepat dengan menggunakan haji plus, akan tetapi biayanya dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan haji reguler.

Biaya haji yang cukup mahal memang membuat banyak orang kesulitan mewujudkannya. Tetapi, bukan berarti tidak bisa sama sekali. Apalagi dengan perkembangan zaman seperti saat ini. Salah satunya, membuka tabungan haji baik di bank atau Kementerian Agama. Ini bertujuan, agar impianmu ke Tanah Suci dapat terwujud.

Kalau menabung sendiri bisa-bisa uang tabunganmu habis begitu saja. Nah, kali ini TimiKimi akan memberikan informasi bagaimana cara membuka tabungan haji di bank dan langkah-langkah daftar haji di Kementrian Agama.

Baca juga: Sudah Punya PLN Mobile? Ini Keuntungan Lainnya Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Cara Daftar Tabungan Haji di Bank

Apakah Tabungan Haji Wajib Dizakati?
(konsultasisyariah.com)

Untuk kamu yang ingin mendaftar haji lewat bank, dana minimal yang harus ada di tabungan hajimu minimal adalah Rp25 juta. Karena salah satu persyaratan haji reguler untuk setoran awal BPIH ke rekening Menteri Agama adalah sebesar Rp25 juta. Dengan begitu, kamu juga akan mendapatkan kepastian berangkat atau nomor porsi.

Umumnya tabungan haji itu disediakan oleh bank-bank syariah, namun ada juga beberapa bank konvensional yang menyediakan tabungan haji. Berikut syarat-syarat pendaftaran haji di bank, di antaranya:

  1. Fotokopi rekening tabungan haji ukuran 100% sebanyak 2 lembar
  2. Fotokopi KTP ukuran 100% sebanyak 5 lembar
  3. Fotokopi Kartu Keluarga sebanyak 2 lembar
  4. Fotokopi akta atau buku nikah/akta lahir/ijazah sebanyak 2 lembar
  5. Fotokopi surat kesehatan ukuran 100% yang mencantumkan tinggi badan, berat badan, dan golongan darah sebanyak 2 lembar
  6. Foto ukuran 3×4 sebanyak 17 lembar, ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar. Foto harus 80% wajah dengan latar belakang putih.
  7. Map (merek map ditentukan oleh pihak bank) untuk menyimpan berkas-berkas sebanyak 2 buah

Apabila sudah memenuhi semua persyaratan di atas, nasabah bisa kembali ke bank untuk verifikasi. Pihak bank nantinya akan mengecek semua berkas tersebut, untuk kemudian dibuatkan:

  1. Lembar validasi dari bank asli sebanyak 4 lembar
  2. Surat pernyataan bank (materai) asli 1 lembar
  3. Surat kuasa dari bank (materai) asli 1 lembar
  4. Slip setoran awal bank Rp25 juta asli 1 lembar
  5. Jika pihak bank sudah mengatakan bahwa proses di bank sudah selesai, maka nasabah bisa membawa seluruh persyaratan dari nomor 1-11 ke kantor Kemenag sesuai alamat di KTP. Jadi tidak perlu datang ke kantor pusat Kemenag.

Baca juga: Super Gampang, Cara Urus Kartu BPJS Ketenagakerjaan Dan Kartu BPJS Kesehatan Yang Hilang Atau Rusak

Langkah-Langkah Daftar Haji di Kementrian Agama

Cara Daftar Haji 2019, Daftar Lengkap Syarat Daftar Haji Reguler dan Cara Membuka Tabungan Haji (lampung.tribunnews.com)

Berikut adalah langkah-langkah yang harus kamu lakukan jika ingin daftar haji di Kementerian Agama, yaitu:

  • Mendatangi kantor Kemenag yang ada di Kabupaten dan Kota kamu di pagi hari agar tidak mengantri panjang.
  • Segera mengisi buku tammu dan formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).
  • Jika formulir pendaftaran sudah diisi lengkap. Serahkan formulir beserta berkas-berkas yang dibutuhkan ke petugas Kemenag.
  • Jika ada syarat yang dirasa kurang lengkap atau ada kesalahan. Calon jemaah akan diminta untuk fotokopi ulang. Gak perlu khawatir, karena ada jasa fotokopi kok di sekitar kantor Kemenag.
  • Setelah berkas dirasa sudah lengkap, kamu akan diminta untuk foto dan kemudian merekam sidik jari yang nantinya akan dimasukkan ke SPPH.
  • Calon jemaah kemudian akan diminta untuk memeriksa dokumen SPPH untuk memastikan apakah ada kesalahan atau tidak.
  • Bila sudah benar, calon jemaah akan diminta menandatangi dokumen SPPH dan akan menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi pendaftaran. Pastikan kalau lembar bukti tersebut ditandatangani dan di stempel oleh petugas kantor Kemenag.
  • Selain lembar bukti SPPH, calon jemaah haji juga akan menerima kembali tanda bukti setoran awal BPIH yang dikeluarkan pihak bank
  • Jika sudah selesai semua, petugas kantor Kemenag akan menyampaikan perkiraan keberangakatan calon jemaah haji dan meminta calon jemaah untuk langsung mengeceknya juga di website Kemenag dengan memasukkan nomor porsi yang tertera.

Kuatkan Niat dan Terus Menabung

Nah, untuk kamu yang berniat untuk melaksanakan ibadah haji, jangan lupa untuk segera daftarkan dirimu ya. Kuatkan niat dan teruslah konsisten untuk menabung. Tetap optimis dan semangat ya, Sobat! Semoga informasi yang TimiKimi berikan di atas dapat bermanfaat dan membantu. Selamat mencoba!