Indonesia bukan hanya kaya akan sumber daya alamnya, namun juga sumber daya manusianya. Prestasi yang capai anak muda Indonesia khususnya di bidang olahraga juga patut diakui keberadaannya. Sudah tidak terhitung berapa banyak atlet Indonesia yang mengharumkan nama bangsa.  

Tidak heran pada saat perhelatan Asian Games tahun 2018 lalu, banyak atlet Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia. Indonesia tercatat mengumpulkan 98 medali, perinciannya 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Sangat membanggakan, bukan?

Nah, bicara soal atlet Indonesia yang membanggakan, dalam rangka Hari Olahraga Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 September ini. Kali ini TunaiKita akan mengulas tentang beberapa atlet Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia, siapa saja kira-kira? Simak ulasannya berikut ini yuk!

Atlet Indonesia yang Mengharumkan Nama Bangsa

1. Sri Wahyuni

Olimpiade Perdana Berbuah Medali untuk Sri Wahyuni (www.cnnindonesia.com)

Atlet Indonesia membanggakan yang pertama yaitu Sri Wahyuni Agustiani, wanita yang lebih dikenal dengan Yuni merupakan atlet kelahiran Bandung, 13 Agustus 1994 yang berhasil memenangkan medali perak pada Olimpiade Musim Panas tahun 2016 di Brasil. Ini merupakan kedua kalinya Sri Wahyuni berhasil membawa medali perak di Olimpiade Internasional. Yang lebih membanggakannya lagi, Yuni adalah atlet wanita angkat beban pertama yang berhasil memberikan medali perak untuk Indonesia dalam cabang olahraga angkat beban. Keren ya, Sobat?

Baca juga: Memperingati Hari Musik Nasional. Ini Lho Musisi Indonesia Yang Sukses Di Luar Negeri!

2. Defia Rosmaniar

Defia Rosmaniar Sumbang Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018 (www.liputan6.com)

Defia Rosmaniar mencetak sejarah untuk Indonesia pada perhelatan Asian Games 2018. Atlet taekwondo asal Bogor ini menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia. Defia mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan dengan skor 8.690 – 8.470. Setelah mempersembahkan emas, Defia langsung menangis dan berlari mengibarkan bendera Merah Putih, lalu menghampiri Presiden Jokowi yang menonton pertandingan tersebut.

Defia adalah peraih emas pertama untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Selain itu, Defia menjadi peraih emas pertama cabang taekwondo Indonesia sepanjang sejarah Asian Games. Sebelum Asian Games 2018, Defia dan tim taekwondo Indonesia menjalani latihan di Korea Selatan. TC di Korea merupakan periode terberat yang harus ia jalani. 

3. Jonathan Christie

Akui Ingin Lawan Jonatan Christie, Pebulu Tangkis Malaysia Ini Ternyata Diam-diam Simpan Kekaguman? (bolastylo.bolasport.com)

Jonathan Christie merupakan atlet bulu tangkis tunggal putra yang berhasil mengharumkan nama Indonesia. Prestasi Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie, dianggap sebagai tanda-tanda kebangkitan tunggal putra Indonesia. Pada Juli 2013, ia memenangkan gelar internasional senior pertamanya pada usia 15 tahun di Indonesia International Challenge, setelah mengalahkan Alamsyah Yunus di final dengan skor 21-17, 21-10. Pada tahun 2014, di turnamen Indonesia International Challenge, ia juga mencapai final namun kalah dari pemain veteran Korea Selatan Lee Hyun-il dalam pertandingan 5 set, 10-11, 11-9, 11-5, 8-11, 3-11. 

Setelah Taufik Hidayat gantung raket pada 2013, tunggal putra Indonesia seakan mati suri. Tak ada sosok yang mampu membuat nomor tersebut menjadi andalan Indonesia di pentas bulutangkis dunia. Padahal, bersama Taufik Hidayat dan para pendahulunya seperti Rudy Hartono dan Liem Swie King, tunggal putra Indonesia sempat diperhitungkan negara-negara pesaing. Hal itu tak terlepas dari menterengnya prestasi atlet Indonesia dari nomor tersebut. Hingga akhirnya penantian panjang tunggal putra akan prestasi prestisius akhirnya berakhir. Selasa, 28 Agustus 2018, ketika Indonesia menggelar Asian Games 2018, seluruh Istora Senayan dibuat gegap gempita menyambut sang juara baru, Jonatan Christie.

Atlet berusia 20 tahun itu mengembalikan nama baik tunggal putra setelah 12 tahun tak merengkuh gelar di ajang Asian Games. Dalam perjalannya hingga ke tangga juara, Jonatan berhasil mengalahkan pebulutangkis papan atas seperti Shi Yuqi dan Chou Tien Chen. 

4. Muhammad Zohri

Lalu Muhammad Zohri raih medali perak Kejuaraan Atletik Asia, pecahkan rekor nasional (www.bbc.com)

Lalu Muhammad Zohri, lahir 1 Juli 2000 adalah seorang pelari muda 100 meter Indonesia yang berhasil meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia. Dengan catatan waktu 10,18 detik, Zohri mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Kedua pelari Amerika Serikat ini menempati peringkat kedua dan ketiga yang sama-sama memiliki catatan waktu 10,22 detik.

Baca juga: 7 Wanita Hebat Asal Indonesia Ini Benar-Benar Membanggakan Bangsa!

Zohri lahir dari pasangan Lalu Ahmad Yani dan Saeriah. Ibunya meninggal pada tahun 2015 sementara ayahnya meninggal pada tahun 2017. Zohri merupakan putra bungsu dari empat bersaudara.

Keberhasilannya lolos ke final Asian Games menjadi cerita istimewa. Di usianya yang masih sangat muda yakni 18 tahun, namun ia mampu bersaing dengan atlet-atlet yang sudah punya nama besar. Selain itu, Zohri dan kawan-kawannya mampu membawa tim estafet 4×100 meter meraih medali perak Asian Games 2018.

Medali perak ini merupakan yang pertama bagi Indonesia setelah 1966 atau 52 tahun silam, yaitu pada nomor estafer 4×100 meter. Tim Indonesia yang terdiri atas Lalu Muhammad Zohri, Fadlin, Bayu Kertanegara, dan Eko Rimbawan, mencatatkan waktu 38,77 detik pada lomba tersebut. Medali emas direbut Jepang dengan catatan waktu 38,16 detik.  Perunggu disabet China dengan catatan waktu 38,89 detik. Sangat membanggakan, bukan?

5. Christoper Rungkat dan Aldilla Sutjiadi

Christopher / Aldila, Jalinan Klik yang Berbuah Emas Asian Games (sport.tempo.co)

Petenis ganda campuran Indonesia, Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi, membuat kejutan dengan merengkuh medali emas pada cabang olahraga tenis Asian Games 2018. Keberhasilan mereka juga diiringi torehan tiga catatan spesial. Medali emas masuk genggaman pasangan ganda campuran asal Indonesia Christo/Aldila setelah mengalahkan ganda campuran Thailand, Sonchat Ratiwatana/Luksika Kumkhum. Tentunya ini menjadi kejutan, karena Christo/Aldila tidak ditargetkan meraih emas pada nomor ini.

Catatan istimewa pertama yang ditorehkan Christo/Aldila adalah mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali berjaya di cabang olahraga tenis. Ini adalah emas pertama untuk cabang olahraga tenis bagi Indonesia sejak Asian Games 2002. Saat itu, medali emas diraih dari nomor beregu putri. Catatan yang tak kalah istimewa adalah Christo/Aldila menjadi ganda campuran pertama di cabor tenis yang meraih emas Asian Games sejak 1990. Artinya, ganda campuran sudah puasa medali emas di Asian Games selama 28 tahun.

6. Hanifan Yudani Kusumah

Mengenal Hanifan, Pesilat yang Memeluk Joko Widodo dan Prabowo (tribunasia.com)

Hanifan Yudani Kusumah bersinar di Asian Games 2018 karena dua alasan. Yang pertama, dia merupakan salah satu penyumbang medali emas untuk Indonesia dari cabang pencak silat. Alasan kedua, pesilat asal Jawa Barat itu memanfaatkan momen keberhasilannya untuk menyatukan Indonesia lewat pelukan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Dalam perhelatan Asian Games 2018, kemenangan Hanifan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang berdampingan bersama Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Prabowo Subianto, menjadi momen yang luar biasa bagi sang atlet. Pesilat muda berusia 20 tahun itu pun menciptakan momen yang menjadi viral ke seluruh Indonesia dalam sesaat. Momen itu adalah ketika Hanifan berinisiatif untuk mengajak Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto berpelukan bersama.

Baca juga: Ibu Kita Kartini, Putri Sejati! Yuk Kita Kenang Sosok R.A Kartini

Dukung Terus Atlet Indonesia Berprestasi

Nah, Sobat dukung terus atlet-atlet berprestasi Indonesia di masing-masing cabang olahraganya! Dan di Hari Olahraga Nasional kali ini, yuk kita sama-sama sisihkan waktu untuk berolahraga agar tetap bugar dan senatiasa sehat. Semoga informasi yang TimiKimi berikan dapat bermanfaat untuk Sobat semua. Selamat Hari Olahraga Nasional!