Sobat pasti sudah familiar dengan perbedaan tabungan syariah dan konvensional. Namun, tidak sedikit yang masih belum paham antara kedua produk tersebut, baik itu keunggulan ataupu kekurangannya. Nah, untuk mengetahui informasi mengenai perbedaan tabungan syariah dan konvensional, simak ulasannya berikut ini yuk!

Umumnya, di Indonesia ada dua jenis bank yaitu bank syariah dan bank konvensional. Tapi, masih banyak orang belum terlalu mengetahui perbedaan keduanya. Apalagi, bank syariah lebih banyak menggunakan istilah-istilah baru perbankan secara Islam. Dibandingkan dengan bank konvensional yang banyak menggunakan istilah secara ilmu ekonomi, bank syariah menjadi lebih asing di masyarakat.

Pertumbuhan tabungan syariah memang masih kalah dengan tabungan konvensional. Selain itu, jika bicara tentang keterjangkauan, kantor cabang bank syariah juga tidak tersebar hingga ke pelosok layaknya bank-bank konvensional, apalagi kalau yang kelasnya BUMN.

Nah, berikut ini TimiKimi akan membahas 6 perbedaan tabungan syariah dan konvensional. Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan, apakah akan menabung atau melakukan pinjaman di bank syariah atau di bank konvensional.

Perbedaan Tabungan Syariah dan Konvensional

1. Perbedaan Hukum yang Digunakan

Beda Bank Syariah dan Konvensional Apa Saja Sih ? (qazwa.id)

Perbedaan yang paling mendasar antara tabungan syariah dan tabungan konvensional terletak pada hukum yang digunakannya. Bank konvensional memiliki sistem yang dilandasi pada hukum positif yang berlaku di Indonesia. Sementara itu, bank syariah memiliki sistem yang didasari pada syariat Islam yang berlandas Al-Quran, Hadist, dan Fatwa Ulama (Majelis Ulama Indonesia).

Beberapa sistem transaksi pada bank syariah yang menggunakan perspektif hukum Islam, antara lain al-musyarakah (perkongsian), al-mudharabah (bagi hasil), al-musaqat (kerja sama tani), al-ijarah (sewa-menyewa), al-ba’i (bagi hasil), dan al-wakalah (keagenan).

Baca juga: Ingin Menunaikan Ibadah Haji Tahun Depan? Ini Cara Daftar Dan Buka Tabungan Haji Di Kemenag

2. Perbedaan Keuntungan yang Diberikan

Setiap bank akan menawarkan keuntungan dari produk tabungannya kepada nasabah agar mereka tertarik untuk membuka rekening tabungan di bank tersebut. Di bank syariah, penawaran keuntungan menggunakan akad mudharabah yang berarti “bagi hasil” sesuai dengan kesepakatan berdasarkan keuntungan yang didapat kemudian dihitung berdasarkan saldo tabungan.

Sementara itu, keuntungan pada bank konvensional yang diberikan kepada nasabah menggunakan istilah “suku bunga”. Suku bunga ditentukan berdasarkan saldo yang ditabung.

3. Keunggulan Produk

Perbandingan Produk Bank Konvensional dan Syariah (liveolive.com)

Bisa dibilang tabungan syariah punya produk khusus, di antaranya adalah tabungan haji, wakaf, hingga kurban. Jelas sekali bahwa produk-produk ini tidak bisa ditemukan di tabungan konvensional. Kalaupun ada, hanya tabunga haji saja.

Selain itu, beberapa produk tabungan syariah terutama yang menggunakan akad wadi’ah bebas biaya administrasi dan setoran awalnya kecil. Pada produk konvensional juga ada, namun itu merupakan tabungan khusus dan setoran awalnya juga cukup besar.

Untuk beberapa produk tabungan konvensional, terkadang produk mereka dilengkapi oleh asuransi jiwa. Kadang, promo yang ditawarkan tabungan konvensional juga cukup beragam. Sebut aja seperti diskon khusus untuk transaksi dengan kartu ATM.

Baca juga: Zaman Semakin Canggih, Cari Tahu Kekurangan Dan Kelebihan Menabung Di Bank Yuk!

4. Pengelolaan Dana

Dalam penyaluran kredit, bank syariah jauh lebih berhati-hati. Pihak bank syariah akan lebih detail menanyakan dana yang disalurkan akan digunakan untuk apa. Bank syariah juga melarang para nasabahnya menggunakan dana tersebut untuk bisnis yang melanggar, seperti bisnis barang-barang haram, judi, riba, maupun manipulasi.

Lain dengan bank syariah, bank konvensional justru tidak mau tau soal dana yang akan disalurkan oleh nasabah. Pihak bank merasa tidak perlu mengetahui dari mana atau ke mana uang tersebut disalurkan. Yang menjadi perhatian utama hanya nasabah mampu membayar cicilan kredit sesuai kewajiban sampai jangka waktu yang ditentukan.

5. Balik Modal Deposito

Deposito merupakan investasi yang kerap ditawarkan ke mereka yang punya tabungan. Baik bank syariah dan konvensional, dua-duanya memiliki produk deposito. Namun, ada perbedaan antara deposito di tabungan syariah dan konvensional. Perbedaan itu ada pada balik modal investasinya.

Untuk deposito syariah, mereka jelas menganut sistem bagi hasil. Imbal hasil diatur dalam sebuah kontrak yang disepakati di awal dan sesuai dengan tingkat pendapatan bank. Walaupun berfluktuasi, tetap saja kamu tahu perkiraannya.

Sedangkan dalam bank konvensional, tabungan deposito yang mereka miliki disesuaikan dengan suku bunga bank yang berlaku. Jadi, terlepas dari bank tersebut rugi atau untung, ya imbal hasil depositonya mengikuti suku bunganya saja.

6. Promosi

Beda Bank Konvensional dan Syariah yang Harus Kamu Tau! (ajaib.co.id)

Bank syariah menerapkan sistem cicilan dengan jumlah tetap berdasarkan keuntungan bank yang telah disetujui antara pihak bank dan nasabah saat akad kredit. Selain itu, promosi bank syariah juga harus disampaikan dengan jelas dan transparan. Namun sebaliknya, bank konvensional punya banyak promosi demi menarik nasabah. Mulai dari suku bunga atau fixed rate rendah untuk KPR sebelum akhirnya memberikan suku bunga jenis floating rate.

Baca juga: Perbedaan Asuransi Dan Investasi? Mana Yang Harus Didahulukan?

Pilih yang Sesuai Kebutuhan

Itulah enam perbedaan antara tabungan syariah dan konvensional yang mendasar dan wajib kamu ketahui. Kira-kira, mana nih yang jadi pilihanmu ke depan? Sebenarnya baik itu tabungan syariah atau konvensional, komitmenmu dalam menabung tetaplah yang utama. Dan pastikan, pilihanmu jatuh ke produk tabungan yang sesuai dengan apa yang kamu butuhkan.